Sila Berpolitik~

K o p i ; secangkir yang menenangkan.

Diminati dari yang rakyat sampai konglomerat. Di meja K o p i banyak persoalan terselesaikan. Semua dibicarakan,perihal yang melarat sampai yang bangsat. Tentang isu sosial dan berujung sosialita, tak luput soal politik juga taktik. Juga soal sayang sampai sayang-sayangan.

Dalam hitungan waktu dua puluh empat jam,ada puluhan pasang mata yang bergantian terlihat dalam suatu kedai kopi.

Tertawa sampai yang nyaris saling mencaci terlihat disana.

Yang bahagia sampai yang berselisih menyatu di atas meja kopi.

Romantisme dua pasang jiwa yang saling melepas rindu,juga raut wajah serius dari pengejar toga juga nampak di sudutsudut kedai kopi.

Menikmati secangkir dua cangkir kopi.

Ada yang benarbenar menyukainya,pun ada yang hanya purapura menyukai agar supaya terlihat sama.

Terlepas maksud juga ingin tiaptiap kita yang tengah menikmati secangkir K o p i, serupa rupiah yang tentunya tak didapatkan begitu saja,begitupun secangkir K o p i yang tidak begitu saja terhidang di atas meja sampai membahasahi kerongkongankerongkongan sehingga menimbulkan ideide luar biasa. Ada peran para petani, yang layak diapresiasi dan dijaga oleh setiap kita.

Tentang masalah juga risau,tak layak untuk mencipta sengketa diantara kita.
Sini,duduk bersama sembari berbicara perihal yang sejatinya bisa menjadikan baik diantara kita. Perbedaan adalah wajar diantara kita. Sebab isi kepala tak ada yang benarbenar sama.

Berpolitik,silahkan!Tapi taktikmu jangan mencederai yang tak layak tercederai.
Menjadikan kaya,silahkan! Tapu kayamu jangan membuat melarat yang tak layak miskin.
Mengejar popularitas, juga menginginkan pengakuan,silahkan! Tapi tenarmu,jangan sampai mencipta jarak dengan lingkungan sosialmu.

 

 

Sela berpolitik,politikus.
Jangan lupa ngopi!

 

Advertisements

Dear P e r e m p u a n ku,

Dia yang lembut dalam bertutur tapi tetap tegas dalam bertindak.

Sebut saja dia P e r e m p u a n. Makhluk yang konon saat penciptaannya membuat seisi langit dan bumi cemburu. Yang juga katanya, ketika ia diciptakan, Sang Maha Pencipta sedang jatuh cinta. Dia yang nyaris sempurna, dengan segala keunikannya. Darinya akan lahir jiwajiwa pemberani, jiwajiwa pemimpin, dan tentunya jiwajiwa tangguh. Di genggamannya terletak sekolah pertama dunia. 

P e r e m p u a n

Sosok yang begitu istimewa, yang karnanya dunia bisa menjadi baik, juga karnanya pula dunia bisa menjadi buruk. Dengan kekuatan yang dimilikinya, P e r e m p u a n dapat mempengaruhi sesuatu yang bahkan adalah tidak mungkin menurut beberapa pandangan kita. Dengan ketulusan cinta yang ia miliki, ia dapat mempengaruhi jiwajiwa lemah yang selalu merasa kuat padahal tetap butuh dekapan lembut seorang P e r e m p u a n.  

P e r e m p u a n

Keistimewaanya bukan hanya diakui oleh yang tercipta, bahkan Sang Pencipta pun mengakui hal itu. Dari ribuan kata-kata Sang Pencipta, Dia menyelipkan satu kata dalam FirmanNya yaitu An-Nisa yang berarti P e r e m p u an. Dia juga begitu sempurna karena ditelapak kakinya itu ada surga. Apalagi kalau bukan karena perempuan itu istimewa?

Jika Sang Pencipta saja mengistimewakan perempuan, lantas bagaimana dengan kalian? bagaimana dengan sosok P e r e m p u a n itu sendiri?

Dear P e r e m p u a n ku,

Kamu bukan sekedar pabrik manusia biasa, tapi darimulah harus tercipta jiwa yang luar biasa. 

Kamu tidak sebatas sesuatu yang indah di pandang, tapi karnamu dunia ini harus indah.

Kamu bukan sekedar teman tidur bagi mereka yang haus akan nafsu, tapi jadilah pondasi yang selalu mengobarkan semangat jiwajiwa yang lemah.

Kamu tidak cukup hanya sekedar bermodal paras, sebab dunia terlalu keras tanpa isi kepala yang waras.

Juga Kamu bukan Produk murah yang dengan seenaknya di oper sana sini layaknya bola mencari gawang, lebih dari itu kamu adalah sebaik-baik perhiasan dunia, pun yang paling mahal sekalipun. 

Kamu P e r e m p u a n, Kamu Istimewa!

KOPRI Lebih dari sekedar Ngopi

thumb_IMG_1209_1024

 

Berproses di PMII adalah suatu ketersesatan di jalan yang benar. Mengajarkan banyak hal juga beragam konflik, yang membuat kenyang isi otak tentunya. PMII dan KOPRI adalah satu kesatuan yang layak akan kebersamaan tanpa ada diskriminasi diantaranya.

KOPRI dibentuk atas dasar dari keinginan kaum perempuan untuk memiliki ruang sendiri dalam beraktifitas, sehingga mereka dapat bebas mengeluarkan pendapat atau apapun. Sebab pada beberapa bagian, memang perempuan butuh ruang-ruang ekspresi sendiri, bukan tidak ingin melibatkan laki-laki, tapi hanya ingin berpikir sejenak dengan segala bentuk pemikirannya. Keinginan tersebut didukung sepenuhnya oleh kaum laki-laki saat itu. Corps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Poetri (COPRI) lahir pada tanggal 25 November 1967 di Semarang, dengan status semi otonom yang sebelumnya merupakan follow up atas dilaksanakannya Training Kursus keputrian di Jakarta pada tanggal 16 Februari 1966 yang melahirkan Panca Norma KOPRI.

Disisi lain, kondisi gerakan perempuan pada saat berdirinya KOPRI baru sebatas emansipasi perempuan dalam bidang sosial dan kemasyarakatan. Misalnya di NU, kita mengenal Muslimat yang hanya mengadakan kegiatan pengabdian sosial kemasyarakatan.

Pada saat pertama kali berdiri, sebagaimana organisasi perempuan yang ada pada waktu itu, KOPRI hanya semata-mata sebagai wadah mobilisasi perempuan. Alasan mengapa ada KOPRI tak lain karena dirasa perlu untuk mengorganisir kekuatan perempuan PMII untuk bisa menopang organisasi yang menaunginya (PMII). Hal ini seperti juga terjadi di organisasi-organisasi lain baik organisasi mahasiswa, ormas keagamaan, dan organisasi politik.

VISI KOPRI :
 ” Terciptanya masyarakat yang berkeadilan berlandaskan kesetaraan dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan”

MISI KOPRI:
Mengideologisasikan nilai keadilan gender dan mengkonsolidasikan gerakan perempuan di PMII untuk membangun masyarakat berkeadilan gender.

Apa hari ini Kopri telah mewujudkan visinya?
Apa misinya sudah berjalan?
Atau kopri masih sebatas nama?
Atau mungkin kopri hanya sebatas teman ngopi bagi jiwa-jiwa yang terlihat tangguh namun tetap butuh kelembutan dalam dekapan?Diteguk sampai meninggalkan ampas?
Kelam!Pahit!Serupa secangkir kopi tanpa gula!

Pernah dengar ibu Asmah Sjachruni?Ketua Umum Pucuk Pimpinan Muslimat NU selama tiga periode berturut-turut (1980-1995) dan juga mantan anggota DPR RI, seorang tokoh perempuan yang labeli “singa” podium. Pidatonya dikenal sangat berapi-api dan mampu membangkitkan semangat audiens.

Saya sempat baca buku tentang beliau. ada Sub judul yang berjudul ” Menjinakkan ” Pemimpin Laki-Laki yang ditulis oleh Prof. Dr. Maftuchah Yusuf. Dalam tulisan tersebut ibu Asmah menyatakan keprihatinannya pada perempuan-perempuan, terutama yang tinggal dipedesaan. Mereka seakan-akan tidak tahu kalau Indonesia sudah merdeka. Mereka tidak tahu bahwa mereka memiliki hak, kewajiban dan kesempatan yang sama dengan laki-laki di segala bidang kehidupan bangsa dalam segenap kegiatan pembangunan. Mereka tetap saja pasif, nrimo, hidup tergantung pada orang lain.

Sahabatiku, Kamu, juga saya adalah teman seperjuangan laki-laki,bukan makhluk yang selalu dijajah,pun dimanfaatkan kaum laki-laki. Kamu,juga saya tidak harus berkompetisi dengan mereka(re:laki-laki), cukup bekerjasama. Menjadi teman partner yang baik,bukan hanya dalam rumah tangga,tapi juga dalam pembangunan bangsa,tanpa terkecuali PMII kita bersama

“Perjuangan meningkatkan harkat, martabat, dan kodrat perempuan, agar tidak puas hanya menjadi konco wingking laki-laki yang dianggap bercitra bagus kalau sudah baik melaksanakan pesaanya sebagai gadis patuh, kemudian kawin menjadi istri yang setia, yang pandai melaksanakan tugas “m-tiga” dengan baik: macak, masak, dan manak”,kata bu Asmah.

“Jika mereka saya biarkan hanya pintar macak, masak, dan manak, apakah mereka bisa menjadi ‘tiang negara’ atau membuktikan bahwa surga ada dibwah telapak kaki ibu”, tambah lagi bu Asmah

Lalu
Bagaimana kita hari ini?bagaimana kamu,juga saya?
Apa iya kita telah menjadi partner baik bagi mereka(re:laki-laki)?
Atau hanya sebatas Teman baik?Baik dijajah?!Baik dimanfaatkan?!Atau baik dilecehkan?!
Nyaris Miris! Kita yang hidup di era modern,dimana kebebasan memilih dan kesempatan berkarya menjadi hak bagi setiap jiwa, termasuk perempuan:kamu,juga saya. Tapi, kita masih saja diam,pasif, bahkan hampir tanpa gerak apapun.

Katanya mau mencapai “Terciptanya masyarakat yang berkeadilan berlandaskan kesetaraan dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan”

Lantas
Bagaimana usahanya?Sudahkah Kopri mencapai itu?Ataukah itu hanya sebatas take line untuk menjadi “Kopri Kece”?
Ahh.. sudahlah!berhentilah menjadi kamu,juga saya yang masa bodoh. Ingat,kita punya tanggung jawab yang sama untuk bangsa.
Bangun dan berkaryalah!

Kalau dalam Islam,sholat tiang agama!
Di negri ini, Perempuan adalah tiang negara!
Di Biru Kuning, kopri adalah tiang PMII!

Kopiku sudah habis,tulis-tulisnya sampe sini dulu yek:)

O iya, Sela Berhari Lahir Pergerakanku, KOPRI-ku
Tumbuh subur dan bermanfaatlah 🙂

Peluk hangat dari aing, Lusi:*

Seketika Sakau

spatu
Aku yang sakau
Akan rindu
Yang tak tahu kapan bertemu
Juga aku yang pilu
Akan waktu
Yang tak kunjung menyatu

Jangankan berucap sesuatu
Untuk sekedar menatap saja aku kaku
Makanya aku lebih suka menuliskanmu saban waktu
Kamu yang belum pernah kutemu
Mampu mencipta rindu
Terkadang membuat sendu
Tapi tetap paling bisa  bikin teduh

Hadir dengan beragam suka
Menghapus segala duka
Semoga Sang Pemilik Cinta
Mengiyakan segala pinta~

 

Vsixty dulu biar tidak terxakity

thumb_IMG_2812_1024

Karena saya percaya segala sesuatu dilakukan atas dasar tujuan dan angan-angan yang menjadi ingin-ingin yang selalu tersapu angin-angin sefoy-sefoy (heheheheheh).

Bangunlah tujuan yang baik dengan niat yang benar juga tindak yang sejalan dan semestinya.

Kalau itu baik, maka akan ada senyum setelahnya. Pun itu buruk, maka (wajib) ada syukur di dalamnya. Sebab, segala yang menjadi hasil akhir itulah yang benar-benar baik menurutNya. Tidak perlu menghujat apalagi sampai berfatwa seolah menjadi yang paling benar.

Cobalah berhenti dan sedikit menoleh (lagi) ke belakang. Barangkali ada yang kurang pas dengan tujuan pun langkah yang kita ambil guna mencapai tujuan tersebut. Bisa saja, jalan yang kita anggap benar, ternyata terhalang dangdutan , sehingga Sang Maha Benar membenarkannya dengan langkah-langkah yang lain. Memang, sesekali kita tak siap dengan ketetapanNya, tapi percayalah itulah setepat-tepat ketetapan.

Patah hati atas hasil yang mematahkan itu wajar, asal jangan sampai patah semangat apalagi matahin tangan orang hehehe.

Di dunia ini tidak ada yang abadi, termasuk duka. Bukankah Ia telah menjanjikan kebahagiaan setelahnya?!

Terkadang kita butuh duka untuk mensyukuri sedikit suka. Manusia dengan segala kesombongannya yang doyan makan juga doyan lupa akan bersyukur ketika mendapati angan-angannya terbawa angin-angin baik. Makanya, Sang Pengabul Angan menegur dengan berbagai duka. Tapi, tenanglah Dia tidak setega kita yang rela melupakanNya karnanya. Dia tidak pernah menegur pun menguji di luar batas kemampuan kita. Meskipun terkadang kita merasa telah jatuh sejatuhjatuhnya, percayalah Dia tahu bahwa kita bisa untuk bangkit.

Benarnya gini nih,  kita selalu hadirkan Dia disetiap sisi kehidupan agar supaya tidak ada yang tersakiti antara Dia juga kita. Jangan ada batasan antara kamu juga Dia. Karena Dia Yang Maha besar dengan segala kekecilanmu takkan bisa kau jangkau, apalagi jika kau mencipta jarak diantaranya. Kalau ke doi kita bisa sepenuh hati, harusnya ke Dia layak sepenuh hidup, bukan seperlumu apalagi sesukamu.

Sudahi dramadrama korea berseri yang nyaris ratusan seri. Saat bahagia, melupaNya. Saat sedih, menghujatNya. Begitu terus sampai Spongebob berubah bentuk jadi oval. Situ sehat?

Ingat, mencapai ridhoNya tidak semudah mencampur kopi dan susu. Butuh usaha yang tidak segampang menggiling kopi ataupun menyeduh espresso.

Sering-seringlah minum V-sixty biar tidak terxakity.

Sekian dan terima kopi gratis 🙂

 

Ketika Hati Jatuh Hati

Dan karena Sang pemilik hati,maka ada yang namanya jatuh hati. Maka,olehNya pula tercipta satu hati. Semoga,aku-kamu kelak menjadi kita karenaNya~

Dear Sang pemilik hati,

sebelum saya menulis ini pasti Engkau Maha Mengetahui segala perihal isi hati, termasuk saya yang juga jatuh hati pada ciptaanMu.

Bukan maksud ingin menduakanMu apalagi melupakanMu, sebab perihal hati Engkaulah yang maha membolakbalikkan,termasuk hatiku juga hatinya.

Perihal hati yang saling jatuh hati,saya percaya ini semua atas kehendakMu. Entah itu adalah nikmat,pun ujian untuk melihat sejauh mana kami menempatkanMu dalam hati.

Saya, yang masih sangat jauh dari kata sempurna, apalagi masalah menata hati, menyerahkan sepenuhnya padaMu yang paling paham perihal isi hati masing-masing kita.

Jika memang dia yang kini juga ada dihati saya, adalah yang benarbenar baik menurutMu, maka jagalah hati tiaptiap kami agar tetap hatihati dalam menempatkan rasa.

Sebab, sebaikbaik jatuh hati adalah jatuh pada dia yang dihatinya selalu ada Engkau, agar dengannya Engkau terasa lebih dekat dihati~

Untuk 3 yang ke 24~

Bisa sampai di titik ini,bukanlah perihal yang biasa bagi saya. Tidaklah semudah mencampur kopi dan susu,pun tidak segampang membuat menyatu espresso dan ice cream. KarenaNya juga nikmatNya yang terkadang tidak saya syukuri;24 tahun I got it.

Untuk jutaan pasangpasang mata yang saya temui juga beragam laku yang saya dapati,terima kasih atas campur tangan kalian dalam episodeepisode perjalanan saya. How you make it so happy.

Kepada rumah beserta isinya juga hati yang senantiasa merindu dan mengharap kepulangan, tidak perlu khawatir, saya disini baikbaik saja berkat doa kalian.

Sedikit banyak tempat yang saya datangi,bukan untuk menjauh atau menolak duduk tawa bersama kalian. Hanya ingin membuktikan bahwa tidak ada orang seberuntung saya,karena punya kalian.

If you know, how I miss you so more when I go anywhere an d meet some new people. They always so care to me. I sure , I get it all cause your pray😘

24 tahun,bukanlah usia yang belia(lagi). Segala hal harus dibuat matang dan baik pastinya.

Bermanfaat bagi setiap jiwa adalah harap yang selalu kulangitkan disetiap pertemuanku denganNya. Karena menjadi baik(saja) adalah suatu ketidakbaikkan ketika tak bisa bermanfaat bagi yang lain.

Perihal hidup bagi saya adalah bagaimana kita menjalaninya. Tempatkan segala sesuatu berdasarkan porsinya masingmasing. Jangan ada yang dilebihlebihkan,kecuali ikhtiar dan syukur. Juga jangan ad yang dikurangi,melainkan dosa dan kata-kata pengeluhan.

I always think, I must go on. Tidak peduli orang mau bilang udik atau nggak asyik. Tidak perlulah ikutikuttan yang tidak jelas,penuh dengan intrik layaknya itik. Cukup jalani hidup sesuai dengan Al-qur’an dan As-sunnah, nampak antik ditengahtengah kaum materialistik nan fasik.

Melangitkan segala pinta demi pinta, berharap semogaku juga adalah semogaNya😇

dicintai olehNya serasa ngapngap

thumb_IMG_3427_1024

Berbeda dengan yang lain, dicintai olehNya serasa ngapngap.

Sebaik-baik pelatihan tentang profesionalitas kerja, dicintai olehNya adalah yang paling sukses membuat aing merasa jadi orang yang paling profesioanal. Siap menerima segala perihal dan dengan pasti harus menyelesaikannya. Juga sebaik-baik dicintai, dicintai OlehNya adalah yang paling sukses membuat lupa makan dan lupa tidur. Dia mencintai dengan cara yang berbeda, nyaris tak pernah aing temui selama berselancar di dunia percintaan. ahahahaa

Bisa dipastikan Dia sedang cinta-cintanya sama aing nih, bagaimana tidak, akhir-akhir ini Belio senang sekali perhatian ke aing. Kejutan-kejutan silih berganti berdatangan, meskipun dikemas dalam bentuk masalah, but its always so romantic. Mengajarkan aing bagaimana menerima segala perihal, pun itu duka.

Baru beberapa hari dikejutkan dengan hal yang nyaris membuat menyerah, eh tiba-tiba dikabarkan lagi perihal berita yang juga membuat lupa tidur. Sesekali aing sempat tuh putus asa, menangis dengan tidak sengaja. Tapi, ya namanya cinta. Yang sedang jatuh cinta tak bahagia melihat yang dicintainya putus asa, begitupun denganNya. Ketika Dia jatuh cinta, mungkin Dia akan menguji kita dengan beragam persoalan, bukan niat untuk membuat sedih, tapi hanya untuk memastikan bahwa cintaNya tidak sedang tepuk tangan sendiri. Ingin memastikan bahwa kita juga mencintaiNya dalam kondisi apapun itu. Nah, setelah itu barulah Dia memberikan hadiah-hadiah yang tak pernah terpikirkan sebelumnya. How is so romantic 🙂

Seperti yang sudahsudah, yang sedang jatuh cinta pasti sering kali merasa cemburu, begitupun denganNya. Sesekali Dia cemburu tentang waktu yang nyaris kita habiskan tanpa ada keterlibatan Dia di dalamnya. Mengambil sebagian senyum yang sedang kita tawakan mungkin adalah cara Dia membuat kode perihal kecemburuanNya.

Jadi, jika kalian merasakan hal yang sama, mendapati masalah yang nyaris lupa berhenti, bisa aing pastikan, tidak salah lagi, bahwa Tuhan sedang cinta-cintanya sama kamu. Jangan biarkan cintaNya bertepuk tangan sendiri. Bukankah esensi dari cinta adalah samasama saling mencintai?!

 

 

Untuknya yang kupinta padaNya~

Menikmati alam dengan tangan kanannya ditanganku dan kamera di tangan kirinya adalah salah satu ingin dari sekian banyaknya angan. Sedangkan, salah satu kepurapuraan terbesarku yaitu bersikap masa bodoh di depannya,yang dengan jelas kupinta padaNya hampir di setiap malamku.

Sejatinya bagi seorang puan, wajah adalah hal kesekian untuk melabuhkan rasa. Lebih dari itu, adalah iman juga laku yang nyaris sempurna tanpa cela.

Padanya kumelihat langkah menujuNya, juga olehnya kumerasa lebih dekat denganNya. Bisa kupastikan, tidak hanya aku yang diamdiam mengaguminya, pasti ada puluhan pasang mata lainpun ikut melangitkan doadoa agar Sang Maha Pemberi Cinta menyatukan dengannya.

Untuk dia yang jauh dimata namun lekat di doa, semoga segala harap berganti Aamiin olehNya~

Nb. Puisi by K. Barry

Seduh Kisahmu,Ceritakan Kopimu

K o p i ; secangkir yang menenangkan. Diminati dari yang rakyat sampai konglomerat. Di meja K o p i banyak persoalan terselesaikan. Semua dibicarakan,perihal yang melarat sampai yang bangsat. Tentang isu sosial dan berujung sosialita, tak luput soal politik juga taktik,sampai perkara sayang-sayangan~